Ada banyak paragraf yang sudah dia tulis untuk memenuhi halaman ini. Namun selalu dia hapus kembali. Dia ingin bercerita, namun dia merasa sendirian. Dia suka menangis, diujung hari…di awal malam sepulang bekerja dia menangis, kadang dikantor saat bekerja dia bisa menangis begitu saja, entah mengapa. Beberapa hari dia merasa sangat tidak berdaya. Daya nya telah habis, mungkin karena beberapa lama dia tidak pulang kerumah.

Dia adalah seorang periang. Dia akan selalu berbicara dengan senyum. Adakah yang seperti dia? yang tertawa setiap hari, namun selalu menangis saat sekeliling hening.

Dahulu cerita cerita yang dia bagi cukup berbeda, awal blog ini dia buat ceritanya penuh dengan cinta , bunga-bunga, musim semi dan romansa juga kebahagiaan. Namun saat ini…saat ini dia sadar bahwa dia menulis lantaran dia ingin bercerita tentang apa yang ada dihatinya namun dia tak pandai merangkai kata dalam ucapan.

Blog ini adalah hatinya, hati seorang Nebula, seorang debu kecil diantara maha besar jagat raya yang dibuat oleh Sang Maha Besar.

Dia lah Nebula. Yang baru saja berkepala dua namun merasa lelah dengan dunia.

Selamat datang di dunianya. Dunianya begitu kecil, hanya butuh beberapa hari untuk menyingkap siapa Nebula. Inginkah kalian menjadi pengurang beban? Inginkah kalian menjadi pundak tempat satu debu ini bersandar?

Dahulu, saat dunianya warna warni dia tidak terlalu percaya diri dengan namanya, namun sekarang…dalam diam dia menghayati namanya. Ibul adalah nama yang dipanggil ketika dunia nya terang benderang. Namun sekarang tak ada lagi yang memanggilnya Ibul. Didunia yang banyak warna abu-abu hitam dan ungu semua orang memanggilnya Nebula…debu.

Dia menghela napas, satu bebannya berkurang ketika sampai diparagraf ini. Terima kasih sudah mendengar satu keluhnya. Terima kasih banyak 🙂