Shine Seine Part 2

black-and-white-couple-girl-happy-Favim.com-843253

Part 1: https://nebulasalnia.wordpress.com/2016/03/12/shine-seine-part-1


Dua bulan setelah itu Seine tak bisa lagi menahan diri. Zayn seperti magnet baginya, melihat lelaki itu berjalan dikejauhan sudah cukup membuat Seine berdebar, melihat sepeda lelaki itu terparkir sudah mampu membuat wajah Seine memerah. Seine ingin melihat senyuman itu lagi. Berkali-kali dia mencuri pandang, takut ketika matanya tak melihat Zayn lelaki itu justru melempar senyum yang dia idamkan. Continue reading “Shine Seine Part 2”

Advertisements

Shine Seine Part 1

black-and-white-couple-girl-happy-Favim.com-843253.jpg

Perempuan itu berjalan pelan ditaman berlantai rumput hijau muda, sendirian. Gerimis mulai datang, dia berteduh dibawah pohon rindang, melihat beberapa pasangan berlari menuju mobil mereka atau membentang payung. Dia tersenyum sambil memejamkan mata. Dulu hidup nya tak seindah ini, tak ada masalah, tak ada kesedihan, semua nya berjalan mulus.

Lalu datang lelaki itu, kelam dan biru. Seolah kesedihan dunia ditanggung sepenuh nya dibahu kekar nya. Tak pernah tersenyum. Tetapi, ketika dia tersenyum sinar wajah nya begitu menyilaukan mata. Membuat semua nya terasa jelas, bahwa sang perempuan telah jatuh cinta, begitu saja. Continue reading “Shine Seine Part 1”

Orbit | Chapter Empat

Chapter Empat

The Liar And The Loser

Tiba-tiba saja semua baju-baju yang ada dilemari terasa begitu sedikit. Kevin tak pernah segugup ini. Dia mengacak rambut seleher nya yang basah, bingung dengan apa yang akan dipakai nya untuk menemui Mala. Dia baru tahu bahwa jatuh cinta serumit ini, semua nya ingin ditampilkan secara sempurna, dan keinginan itu membuat nya repot sendiri. Continue reading “Orbit | Chapter Empat”

Orbit | Chapter Tiga

Chapter Tiga

Exodus

Kegiatan perusahaan benar-benar memaksa Jevin untuk menjadi sebuah robot. Dia tak boleh berpaling sejenak dari rutinitas yang memang sudah dirancang untuk nya sejak dulu. Pertemuan-pertemuan dengan anggota direksi, berbagai macam meeting, sekarang itu adalah satu-satu hal yang nyata bagi nya. Ayah nya, Kevin dan Mala adalah sebuah mimpi kemarin, dan dia merindukan mimpi itu. Continue reading “Orbit | Chapter Tiga”

Orbit | Chapter Dua

orbit1
Poster by Dyzhetta@Art Fantasy

Chapter Dua

Sang Peri

Kevin masih melingkarkan tangan nya dipinggang Mala saat mereka memasuki rumah nya. Rumah besar itu membuat Mala terperangah sebentar.

“Kamu tinggal sendiri dirumah sebesar ini Jev? Mubadzir banget”

Kevin tak menjawab. Dia ikut-ikutan memperhatikan rumah nya sendiri, jangan-jangan ada foto dia, Jevin dan ayah nya yang bergantung didinding, namun akhir nya dia sadari mereka tak pernah melakukan foto keluarga.

“Setelah aku mondar-mandir gak jelas kayak orang gila baru kamu kasih aku masuk rumah kamu” Mala memperhatikan rumah besar yang didominasi warna putih itu, benar-benar terlalu besar untuk ditinggali sendiri. Continue reading “Orbit | Chapter Dua”

Orbit | Chapter Satu

orbit1
Poster by Dyzhetta@Art Fantasy

Chapter Satu

Majelis Meja Makan

Tiga belas tahun kemudian…

Jam delapan pagi, Jevin makan dengan santai sambil memainkan handphone. Tak terasa oleh nya lelaki berambut gondrong yang turun dari lantai dua dengan boxer dan telanjang dada memandangi nya dengan tatapan jengah.

“Kamu makan ya makan, kalo mau maen hape nanti ada waktu nya!”

Jevin melirik laki-laki yang lahir lebih cepat dua belas menit dari nya dan tak ada pilihan lain selain meletakkan handphone itu. Setelah itu tak ada lagi yang mulai pembicaraan, dua lelaki berwajah mirip itu tenggelam pada aktivitas masing-masing yang sama. Continue reading “Orbit | Chapter Satu”

Orbit | Prolog

orbit1
Poster by Dyzhetta@Art Fantasy

 

Prolog

Kevin membanting koper hitam besar nya kekasur. Tak mengindahkan Jevin yang menangis tersedu-sedu dihadapan nya.

“Kev, kamu emang nya mau kemana? Kamu kan masih kecil” Jevin mencoba merebut koper hitam itu, entah tenaga dari mana Kevin menyambar koper itu dengan cepat, mata nya berkilat marah.

“Bukan urusan kamu aku mau kemana! Gak usah sok peduli, kamu sama ayah sama aja, oh iya aku lupa! Kamu kan emang anak ayah” Continue reading “Orbit | Prolog”