#Random-1

Tak usah lagi engkau bertanya kemana lelah ini ku hantarkan

Engkau terbang keluar dari kehidupan, meninggalkanku yang sesak napas meneruskan peperangan

Bisakah engkau mendengar rintihanku? Bisakah kau tau aku merintih meminta engkau kembali?

Terbanglah, namun bawalah tanganku mengikuti arahmu

Ku lelah melihat awan gelap, ku lelah melihat hujan badai

Bawa aku menyusuri cahaya, bawa aku menyerap indah pelangi

Hampir tak bisa ku tersenyum, untuk apa pula ku tersenyum?

Detik demi detik hatiku penuh sesak dengan kesedihan tak berdasar

Kembali saja, jika tidak biarkan aku mengikuti

Ku hampir tak bisa menahan sesak, kakiku yang ringkih hampir tak bisa bertahan digerus waktu

Kembalilah, siksa aku sehingga ketika engkau pergi aku bisa lebih kuat menghadapi hidup

Aku rindu wangi tubuhmu

Aku rindu tawa renyahmu

Aku rindu dengkuranmu

Aku menyesal kerap mendiamkanmu ketika ku marah

Kembalilah, kembalilah, aku butuh engkau untuk melenyapkan segala penyesalan

Hatiku patah, sakitnya luar biasa

Tak usah lagi kau bertanya kemana siksa ini ku bawa

Engkau terbang keluar dari kehidupan, menuju cahaya putih menghangatkan namun meninggalkan aku dalam awan mendung penuh kesedihan

Advertisements

You Can Be An Endorphin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s