Ahni And Bermud

The sun loved the moon so much, he died every night to let her breathe.

**

Dikisahkan pada zaman kerajaan laut sedang dalam masa jayanya. Disebuah pulau terpencil yang dikelilingi lautan luas setiap lima belas tahun sekali akan ada satu anak yang dibuang ke lautan sebagai persembahan untuk siluman laut yang menjaga kampung dari amukan alam. Satu anak itu akan menjadi siluman berdarah darat dan memiliki keabadian. Dia menjadi pelayan bagi raja laut dan sebagai penjembatan antara dunia manusia dengan dunia laut. Secara diam-diam dia akan berenang ke permukaan laut dekat pemukiman dan mendengar segala keluhan, informasi, dan kemajuan para manusia.

Dengan berbagai mantra dan isak tangis Ahni yang masih bayi dihanyutkan ke tengah samudra yang gelap. Terombang-ambing sendiri beberapa saat dan ditarik ke dasar lautan, menggantikan tumbal sebelumnya. Ahni pun tumbuh menjadi siluman berdarah darat yang cantik.

Semakin lama pemukiman itu menjadi semakin ramai karena keindahan pulau kecil itu semakin terkenal. Banyak orang yang mendatangi kampung dan semakin jauh pula mereka menjelajahi lautan. Raja menyadarai bahwa cepat atau lambat para manusia akan tahu kerajaan siluman dan dengan semakin majunya temuan mereka, mereka akan merusak lautan lebih luas lagi. Ahni diperintahkan untuk pergi ke daratan dan harus melakukan semua cara untuk mengusir para pendatang dan menjadikan pulau itu seperti sedia kala.

Didaratan dia menyadari bahwa akan ada ritual dimana seorang anak harus dilepaskan ke lautan. Seorang bayi laki-laki yang saat ini menjadi calon tumbal. Bayi laki-laki itu menangis keras ketika mendengar mantra-mantra, mencoba memanggil ibunya, namun tak ada yang bisa dilakukan selain menangisi kepergian bayi laki-laki itu.

Ahni tak tega melihat Si bayi, para manusia telah jauh dari tempat pembuangan dan para siluman pun belum tiba. Ahni mengambil Sang anak dari kapal kecil dan dengan segera dia menyembunyikan Si anak di bagian pulau yang tak berpenghuni.

Tidak adanya manusia baru yang diserahkan membuat Raja siluman marah. Dia membiarkan tsunami yang besar menghantam pulau dan menimbulkan banyak korban jiwa. Dia membiarkan badai mengamuk dan menyebabkan para nelayan tak bisa melaut, mereka kelaparan. Ahni menyembunyikan kenyataan bahwa para manusia telah memberikan persembahan ke Raja, dan dia pun berfikir bahwa ada baiknya dia menyembunyikan bayi itu karena sekarang pulau tak lagi dikunjungi orang luar. Bayi itu terus dia asuh dan diberikan nama Bermud.

Namun nyatanya hilangnya Bermud justru membuat masalah baru. Pulau semakin lama semakin sepi hingga tak ada lagi manusia yang bermukim, pulau kecil itu akhirnya menjadi pulau tak berpenghuni. Tak ada lagi manusia yang di serahkan padahal tugas Ahni harus segera diambil alih lantaran hanya siluman berdarah darat yang memiliki keabadian dan Sang raja harus mengambil jantung supaya hidupnya bisa bertambah panjang namun Raja tak bisa begitu saja membunuh Ahni karena hanya Ahni yang bisa menjangkau darat dan mengawasi manusia dengan segala temuan-temuan mereka untuk menjelajahi laut.

Ahni yang secara diam-diam merawat Bermud mulai merasakan jatuh cinta. Mereka terus bersama, dengan sembunyi-sembunyi Ahni menuju tempat Bermud tinggal. Puluhan tahun berlalu, Bermud semakin tua dan ringkih sedangkan Ahni masih terlihat muda.

Kekasihnya mulai sakit-sakitan. Ahni yang panik dan ketakutan mencari berbagai obat ke penjuru lautan, dengan susah payah dia menemui Raja, ditelanjanginya sendiri segala rahasianya. Apapun akan dia lakukan agar Bermud bisa kembali sehat.

Raja marah, dengan muntab dia mengatakan jika manusia itu tak disembunyikan Ahni maka dia tidak akan menjadi sakit, tua dan mati. Ahni memohon agar Bermud dijadikan seorang siluman. Dalam hati Raja merasa senang, itu berarti Bermud akan menggantikan Ahni dan Raja pun akan kembali kuat dan tidak akan hidup dalam ketakutan.

Ahni menyerahkan Bermud dengan suka cita, tanpa dia tahu bahwa dirinya ikut dimusnahkan untuk kelangsungan hidup Sang raja. Saat Bermud dimantrai untuk dijadikan siluman, Ahni digiring untuk diambil jantungnya supaya keabadian yang dia miliki bisa ditukar dengan beberapa tahun nyawa Sang raja siluman.

Bermud pun resmi menjadi seorang siluman. Wajahnya kembali muda, tak ada lagi kerutan, uban dan punggung yang bongkok. Para dukun panik, kemudaan yang dimiliki Bermud ditukar dengan keabadian yang dimilikinya. Raja kembali dirundung rasa ketakutan, Ahni adalah siluman berdarah darat terakhir yang bisa dia manfaatkan, tak ada lagi manusia yang menyerahkan persembahan padanya. Sang raja menyuruh seluruh siluman untuk segera pergi dari tempat tinggal, mereka beramai-ramai pergi ke tempat lain yang lebih tersembunyi untuk menjaga jarak dari manusia.

Bermud tak menggubris titah Raja, dia terus mencari dan menunggu kekasihnya. Bermud berenang ke seluruh jagat lautan, dengan putus asa dan hati yang penuh amarah dia kembali ke pulau dimana dia dan Ahni hidup bersama. Pulau kecil yang dikelilingi samudra luas, tak akan dia biarkan para manusia bisa melewati lautan itu melalui laut maupun langit, siapapun yang berani mencoba tak akan dia ampuni, akan dia tenggelamkan tanpa bekas.

END

Enggak sengaja ketemu buku latihan Bahasa Indonesia pas sekolah dulu, ternyata pernah nulis cerita ini, lucu aja awal cerita ini tulisan saya rapi+bagus, eh, makin lama makin jelek+asal -_-
Advertisements

8 thoughts on “Ahni And Bermud

  1. Aku rada bingung ending-nya sih… Jadi Ahni kemana? Haha maafkan aku lemot banget :”)

    Dan aku suka banget sebenernya quote-nya yang di atas itu huhuhu. Keep writing yaa kak. Salam kenal, Niswa 99line here ^^

    Like

    1. Ahninya itu mati karena jantungnya buat Si raja, kan Si raja mau hidup panjang umur, jadi cuma Ahni yang punya keabadian yang bisa manjangin nyawa Si raja, bukan kamu kok yang salah, tulisannya yang ambigu XD

      Seneng deh kalau kamu suka, makasih ya, Nebula (tapi tolong panggil Ibul saja xD) lahiran 98 disini ~<3

      Like

  2. Wow as in WOOOOWWWW!!!
    Ini kunjungan pertama saya kemari dan tadaaaaaa langsung klik cerita teratas dan cengo selama baca omayaaaa ini rapiiih banget dan enak dibaca!
    Susunan kalimat dan diksinya nagih, aslik, sampai scroll terakhir masih kerasa euforianya dan sekali lagi, wow, ini kece!!!

    Thanks for the endorphine!
    Cerita yang menghibur dan semoga komentar saya juga bisa menjadi feedback yang sama menghiburnya.

    Ehe.
    Senang bisa berkunjung kemari, Keep Writing!!!

    Like

    1. Halo, kak pang! wah, selamat datang di gubuk derita, moga betah, ya ^^ ah kakak bisa aja, masih banyak banget yang musti dibenerin ini, tapi makasih ya kak, kakak juga ngasih endorphine yang luar biasa banyak buatku, kakak juga semangat nulisnya, xoxo.

      Liked by 1 person

  3. Ini ditulis utk tugas Bhs Indonesia? Pas skolah dulu? O.O Huhuhu, aku dulu kacau banget dan gak kepikiran sama sekali nulis di luar kejadian sehari2 .=.
    Ah, ibul yg sekarang makin rapi kok, ttp ada perkembangannya, wkwkk.
    Salut banget ibul produktif sekaleee

    Like

    1. huhu, kakak mengingatkan pada duka lama… padahal tangan udah luar bisa pegel nulis ini, ternyata cuma diparaf sama gurunya, kak, rasanya sakit tapi gak berdarah T.T eh, kok jadi curhat, ya? xD

      makasih ya kak dil masih betah disini <3. Huhu tadi aku cek lagi tulisan ini masih punya dua typo -_-

      iya nih kak, ide sama bahan buat nulis munculnya pas warteg si usus lagi bangkrut, alhasil musti nyari momen buat nyolong laptop kakak xD

      Like

You Can Be An Endorphin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s