Seperti mimpi

Hanya diam meratapi mimpi.

Selalu bersama adalah mimpi yang terlalu tinggi bagi Rada. Dipandanginya Nisa yang meringkuk dibalik selimut mencoba menghalau dingin AC. Rada keluar dan berdiri di balkon yang menampilkan hamparan sawah menguning, dihisapnya habis-habisan rokok mahal di selipan jarinya.

Rasa sesak semakin membunuhnya, dia ingin saja pergi namun hatinya telah tertawan. Tak ingin dia merasakan penderitaan berjauhan dengan Nisa.

“Rada,” panggil Nisa lembut. Rada membalikkan badan dan tersenyum melihat Nisa dengan rambut acak-acakan namun masih begitu cantik, pemandangan ini tak bisa dia lihat setiap pagi.

“Selamat pagi,” ujar Nisa sambil membalas senyum Rada.

“Selamat pagi juga.”

Well, ini hari terakhir kita disini”

“Apa kita tak bisa lebih lama lagi?”

Nisa tersenyum sambil menggeleng “Aku sudah menelepon Abyu, dia akan menjemput ku.”

Rada terdiam sejenak, dia belum siap mendengar nama lelaki itu di awal harinya. Nisa mengerti perubahan hati Rada, dia berjalan mendekati Rada dan memeluknya.

“Kita bisa pergi kapanpun kita mau nanti, Rada. Tidak akan ada yang curiga.”

“Jika kau tinggal di apartemen ku selama sebulan, apa ada yang curiga?”

Nisa melepas pelukannya perlahan, dipandanginya Rada dengan intens “Kita pernah membicarakan ini, Rada.”

“Aku ingin kita membicarakan ini lagi.”

“Kau tau kita akan sama-sama sakit jika kita membicarakan ini.”

“Tapi aku sudah begitu sakit saat ini. Kau seharusnya sudah memilih saat menerima lamaran Abyu. Kenapa aku yang menjadi parasit di hubungan orang, Nisa? Padahal aku yang lebih dulu melamar mu. ”

Nisa terdiam, tatapan Rada begitu putus asa. Bahu Rada naik turun dengan cepat lantaran emosinya yang membuncah, tatapan Rada yang nanar memorak-porandakan hatinya. Nisa membingkai wajah kecil Rada dengan kedua tanganya, dikecupnya bibir tipis Rada dan tersenyum menenangkan.

“Kenapa kita harus bersedih seperti ini? hari ini hari anniversary kita yang ke tujuh tahun.”

Rada memaksakan sebuah senyum “Ini sudah tujuh tahun, entah berapa kali kita melakukannya, tapi kenapa kau belum hamil anak ku juga?”

Nisa tertawa “Ganti dulu kelamin mu sana! baru tanyakan itu lagi padaku.”

Nisa mencium bibir Rada sekali lagi lalu masuk kedalam kamar hotel mereka. Dibereskannya baju-baju mereka yang berserakkan, dia sadar Rada memandanginya sedari tadi. Rada-nya yang begitu cantik dan membuatnya menjadi dirinya sendiri, tak akan dia mau repot-repot menahan penderitaan ketika Rada pergi, hatinya telah tertawan.

Mereka keluar dari hotel itu sambil bergandengan tangan, tersenyum penuh cinta hingga sebuah mobil hitam yang begitu familiar terlihat dari kejauhan. Tangan yang bergandeng itu harus terlepas, senyuman memudar dan berganti senyum yang dipaksa. Mereka terpisah lagi seperti biasa. Nisa tersenyum ceria dengan pelukan tangan Abyu di pinggangnya, meninggalkan Rada dengan segudang harapan dan Rada pun tak bisa melakukan apa-apa selain meratapi mimpinya.

END.

Advertisements

2 thoughts on “Seperti mimpi

  1. Aku kaget baca twist-nya .=. Aku gak kepikiran nama Rada unisex gitu jadi masih anggep dia itu cowok .=.
    Waha, ini udah rapi nulisnya, Aku sukaa. Cuma satu aja sih masukanku yg kayak kata ” menjemput ku” itu kupikir digabung aja. Ehehee ^0^v
    Ditunggu tulisanmu yang lain 😀

    Like

    • Ah, kak Dila~ Awalnya ini cuma iseng-iseng doang, eh akhirnya malah punya ending kayak begini. Jangankan kakak, aku juga kaget xD
      iiih makasih, kak. Setelah sekian lama berguru di series supernova-nya dee akhirnya ada kemajuan juga xD Oke deh, kak. Makasih saran dan komennya, ya, kak…uuuh, kakak the best, lah! ~<3

      Liked by 1 person

You Can Be An Endorphin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s