Life of Atha

running-away

Suara panci yang dibanting menghiasi pagi yang terik. Teriakan antar mulut melengkapi ketegangan di rumah kecil itu.

“Anak durhaka lu, Athaaa!” teriak perempuan paruh baya sambil mengacungkan spatula kayu yang berminyak. Anak perempuan yang dikatai hanya berjalan dengan langkah lebar, mengambil jaket jeans-nya dan pergi dengan sepeda motor.

Berulang kali Atha menyeka air mata, dadanya masih bergerak cepat karena emosi, dipegangnya kuat-kuat stang motor. Celana panjang batiknya yang lusuh melenggok digoyang angin.

Dua jam berlalu, Atha akhirnya sadar dia sudah berkeliling cukup lama ketika perutnya berteriak minta diisi. Dia berhenti di gerobak mie ayam dan makan dengan cekatan.

Berada di pelukan mu mengajarkan ku apa artinya kenyamanan, kesempurnaan cinta…” Seorang anak kecil menyanyikan lagu paling tenar itu dengan nada entah dimana dan tempo antara lagu dengan kincringan yang tak karuan.

Beberapa orang memberikannya selembar uang kedalam kantong berwarna perak yang dia bawa. Anak itu mendekati Atha, Atha memandanginya sejenak lalu kembali makan.

“Kak, belum makan, kak” ujar pengamen cilik itu dengan nada dan wajah yang dibuat semenderita mungkin.

Kagak! Suara lu jelek,ujar Atha sambil terus makan.

Wajah anak itu makin memelas “Yah, kakak. Ayo dong, kak.”

“Ih, maksa lagi lu.”

“Belum makan, kak.”

 Atha menepuk bangku di sampingnya “Sini! Makan mie ayam, lu belum makan, kan?”

Tanpa perintah kedua kalinya anak itu berjalan menuju bangku yang ditunjuk Atha. Atha kembali berkutat dengan makanannya. Mereka makan tanpa suara, si anak tak mau berbasa-basi dan Atha pun tak ingin mendengar basa-basi.

“Makasih, ya, kak,” ujar si anak ketika mangkok mie ayamnya tak bersisa.

Atha mengangguk sambi tersenyum ramah “Nama lu siapa?”

“Ario, kak.”

Atha menepuk pundak Ario seperti orang tua yang memberi petuah “Lain kali kalau mau ngamen, total! Suara harus bagus, gimanapun juga lu satu pekerjaan sama Raisa.”

Ario menyodorkan kincringan kalengnya “Buat kakak.”

“Loh, nanti lu gimana?”

Ario menggeleng sambil tersenyum “Masih bisa dibikin lagi kok, kak. Kakak habis berantem kan sama Tante Janet?”

Atha memandang Ario dengan tatapan kaget “Lu kenal sama emak gue, yo?”

Ario tersenyum kecil “Nanti kakak nyanyi aja pakai ini sambil mikirin jadi anak selebritis. Kakak pingin jadi anak seleb, kan?”

Atha memukul bahu Ario dengan semangat “Kok lu tau sih, yo?”

Ario bangkit dari duduknya sambil mengelus bahunya yang panas “Aku ngamen lagi, ya, kak,” ujarnya sambil buru-buru pergi.

Atha memanggil Ario dan berusaha mencegatnya, namun abang tukang mie ayam justru yang berhasil mencegat Atha karena minta dibayar. Ketika urusan dengan abang tukang mie ayam selesai Ario tak tampak lagi, Atha kembali duduk sambil mengamati kincringan sederhana yang terbuat dari kumpulan tutup botol.

Atha menepuk kincringan itu dan bersenandung, tak ada perubahan. Dia tertegun, dimulainya lagi memainkan alat musik itu dan bernyanyi kecil.

Atha tak mendengar apa pun.

Pandangannya menggelap.

Matanya berat.

“Bruk!” seperti tak bertulang tubuh Atha jatuh ke meja, membuat panik orang-orang disana.

***

Nyaman, itu yang dirasakan Atha. Udara di sekelilingnya dingin dan dia berselimut. Bantalnya empuk begitu pula ranjang yang dia tiduri. Spreinya lembut seperti diganti setiap hari. Kamarnya yang biasa tak akan seperti ini.

Tunggu,  Ini bukan kamarnya!

Objek yang pertama kali dia lihat adalah seorang gadis berwajah kebaratan yang memandanginya dengan tatapan khawatir. Gadis itu adalah anak seleb yang sering wara-wiri di TV!

“Val, akhirnya kamu sadar juga! Kamu pingsan udah dua jam, tau!”

Atha segera mendudukkan tubuhnya “Mbak anak artis, kan? Jean Agatha, kan?”

Oh my god, Val! Kamu amnesia? Aku adik kamu!”

Atha menggaruk kepala, Jean Agatha adalah anak tunggal dari aktor terkenal. Bagaimana bisa dia punya kakak dan kakaknya itu adalah dirinya!

“Val, daddy udah ambil ancang-ancang buat nuntut tukang mie ayam itu kalau terjadi apa-apa sama kamu.”

“Mbak … saya Atha, bukan Val,” ujar Atha dengan nada lirih.

Serriously? C’mon, Val! Kamu itu Agatha Valerie!  Kakak ku!  Kamu beneran amnesia, ya? Daddy and mommy harus tau soal ini!”

Jean dengan cepat berlari meninggalkan Atha dan segala kebingungan diotaknya. Atha duduk terpaku sambil menatap tempat dimana dia dua jam terbaring. Semuanya indah, mahal dan harus dijaga supaya tak rusak. Atha melirik ke samping, dimeja nakas dekatnya ada sebuah handphone paling bergengsi dan mahal. Dengan takut-takut dia mengambil handphone itu. Dibukanya browser dan dicarinya artikel tentang keluarga ini.

Agatha Valerie, anak aktor kondang Erick Agatha ditemukan pingsan di warung mie ayam

Agatha Valerie keracunan mie ayam

Turut berduka cita, Agatha Valerie meninggal dunia akibat mie ayam yang dicampur sianida

Begitu banyak artikel tentang dirinya, tentang Agatha Valerie. Dia mengetik Zuridah Atha dibrowser dan tak menemukan apa-apa. Tak ada nama Zuridah Atha di akun facebook atau di media sosial lainnya namun akun media sosial Agatha Valerie memiliki jutaan pengikut.  Dia seperti hilang begitu saja dan dia yakin tak ada yang mencari dirinya. Hati Atha menyesak, air mata turun tetes demi tetes dengan cepat.

“Mak … tolong Atha” ujar nya lirih sambil terus menatap layar handphone mahal yang berada digenggamannya.

END.

Advertisements

4 thoughts on “Life of Atha

  1. Menurut aku cerita ini mengandung twist, Bul..xD aslek aku gak nyangka bakal dikasi ending seperti ini astaga. Tuhan mah akan kunfayakun aja, kitanya siap beneran gak kalau mau berubah jadi orang lain? XDDD
    Keep writing ya! 😀

    Like

    • bener tuh, kak. Walaupun kita gak suka sama apa yang dikasih tuham pasti tuhan lebih tau mana yang kita butuh, wong kita ciptaannya xD gitu dikasih apa yang kita mau, kitanya jadi kerempongan sendiri xD *ngomongapasihbul
      makasih ya kak *chuchu

      Liked by 1 person

You Can Be An Endorphin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s