Uang Sial

Mother-Moments-Tangled-Queen-

Atik tersenyum, hari ini uangnya lengkap untuk membayar iuran sekolah Dira. Tubuh gempalnya bergoyang hebat mengiringi semangat dirinya, tak sabar sudah dia sampai di rumah. Dari kejauhan tampak Dira sedang mengangkat jemuran, Atik semakin kencang berlari.

“Dir! Dira!” teriak Atik sambil melambai-lambai penuh semangat.

“Ya ampun, Bu, kenapa lari-lari?” ujar Dira dengan tatapan kaget, bagaimana bisa ibunya yang berbobot mungkin sembilan puluh kilo bisa berlari?

Atik tersenyum bangga, dikeluarkannya uang seratus ribuan dari kantongnya “Ibu udah ada uangnya, lima ratus ribu kan?”

Dira mengangguk singkat “Dapet dari mana bu?”

“Ibu pernah bilang sama Bu Midah uang cucian nya dikasih per bulan aja,”ujar Atik sambil mengambil tumpukan cucian dari tangan Dira “Ibu aja yang bawa kedalam, kamu simpan gih uang nya”

Dira menerima uang dari ibunya sambi mengerinyit “Ibu ngambil gaji nggak per hari lagi? Terus uang jajan Dira dari mana bu? Ibu nerima langganan baru, ya?”

Atik terkekeh, dipandanginya Dira dengan sayang “Kamu ya, mentang-mentang udah mau lulus SMA jadi banyak nanya” Atik berjalan kedalam rumah kecilnya, meninggalkan Dira yang masih menatap uang ditangannya dengan kebingungan.

***

Dira membuka mata, seseorang menumpuk bantal diatas kepalanya. Ketika bantal-bantal itu disingkap terlihat Atik yang duduk waspada dengan wajah pucat.

“Ibu kenapa?” tanya Dira dengan mata masih sayu. Ibunya membalas tatapan Dira dengan tajam, matanya memerah.

Pintu rumah mereka digedor dengan keras, Dira terkesiap. Atik semakin panik, matanya nyalang menatap sekeliling kamar, air mata sudah mengalir dipipinya.

Beberapa orang meneriaki nama Atik dan menyuruh wanita itu keluar, Dira memandang ibunya dengan penuh tanya. Resah Atik tak dapat dibendung, dengan cepat dia mengunci pintu kamar.

“Kamu jangan keluar!” ujar Atik dengan penuh penekanan, kakinya tak dapat lagi kuat menahan beban badan, Atik duduk tepat dibelakang pintu, memandangi Dira sambil terisak.

“Kenapa sih, bu? Kok banyak yang gedor-gedor rumah kita?”

Atik tak menjawab, gedoran pintu dan teriakan orang semakin deras. Teriakan maling terdengar jelas dikuping Dira, suara lantang ibu-ibu tetangganya membahana dikamar kecil itu namun suara Bu Midah lah yang paling kuat. Dira melirik ibunya, tiba-tiba tanganya terasa dingin.

“Bu, ibu maling apa?” tanya Dira dengan suara bergetar.

Atik tak dapat lagi menahan perasaan nya, dia berlari kearah Dira dan memeluknya. Dipeluknya Dira dengan erat sambil menangis meraung-raung.

Dira terkesiap, semua itu gara-gara uang yang dibawa ibunya. Ibunya mencuri uang lima ratus ribu untuk membayar tunggakan uang sekolah Dira. Dilepasnya pelukan Atik dan memandang ibunya dengan tatapan tak percaya.

“Uang yang tadi sore itu hasil maling bu? Bener, kan?”

Tak ada jawaban, namun Dira mengerti bahwa itu benar. Dira berjalan buru-buru menuju meja belajarnya, mengambil tasnya dan mengeluarkan semua isinya, ketika didapati uang pembawa sial itu dengan cepat dia berjalan keluar kamar, sama sekali tak peduli dengan raungan Atik yang menyuruh nya tetap diam.

Lalu semua berjalan begitu cepat, ketika pintu rumahnya terbuka semua orang kesetanan ingin masuk, tak ada yang memberi kesempatan untuk Dira berbicara. Ibu-ibu mengeluarkan Atik sambil menjambaknya dan memberikan sumpah serapah, uang yang ada didalam genggaman Dira diambil dengan kasar juga tak lupa pula makian untuknya. Dira berteriak histeris melihat ibunya dihakimi oleh jambakan dan makian, beberapa ibu-ibu mencoba memukul Atik namun dengan sigap Dira melindungi ibunya.

Tiba-tiba semua terasa melamban, tubuh Dira terasa begitu berat hingga akhirnya dia tersungkur dipangkuan Atik. Matanya mulai meredup, sesuatu mengalir dari dahinya. Dira diam tak bergerak, suara terakhir yang dia dengar hanyalah teriakan panik sang ibu dan sirine mobil polisi.

Advertisements

You Can Be An Endorphin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s