Shine Seine Part 2

black-and-white-couple-girl-happy-Favim.com-843253

Part 1: https://nebulasalnia.wordpress.com/2016/03/12/shine-seine-part-1


Dua bulan setelah itu Seine tak bisa lagi menahan diri. Zayn seperti magnet baginya, melihat lelaki itu berjalan dikejauhan sudah cukup membuat Seine berdebar, melihat sepeda lelaki itu terparkir sudah mampu membuat wajah Seine memerah. Seine ingin melihat senyuman itu lagi. Berkali-kali dia mencuri pandang, takut ketika matanya tak melihat Zayn lelaki itu justru melempar senyum yang dia idamkan.

“Tingkah mu terlalu kentara” Claudia menyenggol lengan Seine sambil tersenyum mengejek. Seine memukul pelan lengan gadis asia itu.

“Aku ingin mengajak nya mengobrol, tapi kelihatan nya susah”

Claudia terkekeh sejenak “Jelas saja susah! Kau tidak tau harus berurusan dengan siapa kalau kau dekat dengan Zayn”

“Aku tidak peduli.”

“Wow, Madaam Seine berani menantang mahasiswi-mahasiswi saingan nya demi cinta, sungguh mengharukan”

Kim Eunhyeo, kau terlalu berisik”

Claudia memukul lengan Seine “Ya! Jangan panggil nama lokal ku!”

Seine tertawa, Claudia sekarang yang menjadi fokus nya. Ejekan-ejekan mengalir lancar dari bibir pink nya sambil tertawa. Ia tak sadar lelaki itu melihat dia, ikut tersenyum tipis saat melihat keceriaan yang tak pernah hilang dari diri nya.

Ejekan itu berakhir. Claudia kembali meminum soda nya, Seine kembali melihat meja tempat Zayn makan tadi. Tak ada.  Seine menghela nafas.

“Tenang Seine, dia akan kelihatan lagi” Ujar Claudia dengan santai.

Seine tersenyum sejenak. Apa yang Claudia katakan benar. Mereka berbicara berjam-jam, baru berhenti ketika sadar bahwa langit sudah tak punya matahari lagi.

Mereka berpisah setelah keluar dari cafe. Seine berjalan dengan lambat, aroma musim gugur mulai kentara.

“Hei!”

Seine berhenti, tak mau menengok kebelakang. Jantung nya berdebar. Apa mungkin—

Jantung Seine berdetak lebih kencang, hingga terasa nyeri. Lelaki itu berdiri dihadapan nya sekarang.

“Hei!” Balas Seine, nada suara nya terdengar sangat bergetar. Seine merutuk dalam hati.

“Kau tidak takut berjalan sendirian?”

Seine menggeleng “Tidak, maksudku ini belum terlalu malam dan rumah ku dekat dari sini”

Zayn menangguk “Belum terlalu malam ya?”

“ya” jawab Seine sambil ikut mengangguk walau dari mata nya terlihat jelas kalau dia bingung.

“Bagaimana kalau kita pergi? Ini belum terlalu malam kan?”

Seine membeku, mata nya melotot. Zayn tersenyum tipis. Lagi-lagi senyum itu…

“Aku akan mengantar mu nanti, setuju?”

Seine tak bisa berkata apapun. Diri nya dipenuhi dengan ledakan kembang api. Setelah dua bulan dia menguntit! Akhir nya kesempatan ini datang! Seine tersenyum malu, diikuti nya Zayn yang berjalan didepan nya.

***

“Kau tau? rumah ku hanya beberapa blok dari sini”

“hmm” Gumam Zayn sambil menganggukkan kepala nya.

Seine duduk bersila sambil menatap langit malam ditaman yang menghiasi sungai Seine dan menara Eifell. “Aku sering duduk disini, kalau aku membuat masalah karena keteledoran ku atau sedang merasa jengkel aku –“

“Kau bisa jengkel juga? Ku kira kau seperti orang gila, tersenyum dan tertawa sepanjang hari”

Seine melirik Zayn dengan tatapan canda “Kau tau, ternyata kau tidak seperti yang aku bayangkan. Kau lelaki yang banyak bicara rupanya”

“Maafkan aku jika mengecewakan mu, Madaam

Seine tersenyum lebar hingga gigi nya tampak. Dia kembali menatap langit kemudian mata nya terpejam “Aku akan merasa lebih baik jika sudah berada disini. Ada banyak kebahagiaan, orang-orang menyatakan cinta nya, melamar kekasih, para perempuan membawa kado testpack mereka yang positif dan membuat pasangan mereka memasang wajah kaget sekaligus senang, atau anak-anak mencium kedua orang tua nya. Mereka membuat ku bahagia”

“Kau menginginkan ada diposisi seperti itu?”

“Tidak, tidak terlalu. Dimana pun aku nanti dilamar, memberi kado pada pasangan ku, dicium anak-anak ku, aku hanya ingin kami semua bahagia, karena bahagia itu menular.”

Zayn ikut memejamkan mata “Aku membayangkan ada seorang lelaki berlari disini, dibulan Desember untuk menyatakan cinta kepada wanita nya. Lalu dia terjatuh, tapi sebelum jatuh dia memekik dengan sangat hebat. Namun, dia tetap menyatakan cinta nya. Gadis nya menerima pernyataan cinta itu, masih menahan tawa.”

Wajah Seine memerah, dia salah tingkah “Well, itu pasti akan menjadi kenangan yang sangat menyenangkan untuk mereka”

Zayn menatap Seine sambil tersenyum. Dia menghembuskan nafas nya lega. Seine belum lupa kejadian itu. Dia bahagia, lalu senyum nya memudar. Kenyataan baru saja menyapa nya.

“Aku akan pulang keinggris”

Seine memalingkan wajah nya dengan cepat. “Bukankah rumah mu disini?”

Zayn terkekeh sejenak, walaupun dia terkekeh Seine merasakan bahwa lelaki itu menertawakan kesakitan dihidup nya.

“Wajah ku terlalu Inggris untuk jadi orang Prancis” Bibir Zayn tersenyum, tapi tidak mata nya. Seine hanya diam, dia memandangi sungai Seine dengan tatapan nanar.

“Seine?”

Seine kembali ke alam sadar nya “hm?”

“Sebelum aku pulang mau kah kau menjadi teman ku? Tertawa lebih banyak, berbicara lebih banyak, tersenyum lebih banyak, dan terjatuh lebih banyak”

Seine menunduk, lalu dia mengangkat kepala nya “Aku akan geger otak kalau sering terjatuh” Ujar nya sambil tertawa.

“Bukan kah kau hobi jatuh? Kita saling mengenal karena kau jatuh kan?”

“Well, sebenar nya aku sudah tau nama mu dan kau juga tau nama ku sebelum aku jatuh, jadi  sebelum kejadian memalukan itu datang kita memang saling mengenal.”

Zayn tertawa sejenak. Tak berniat membalas perkataan Seine.

‘Bukan jatuh yang itu Seine, tapi yang lain. Kau tak ingat?’

Zayn bangkit dan mengulurkan tangan nya ke arah Seine “Kau mau membeli kopi sebelum pulang?”

Seine membalas uluran tangan itu dan ikut bangkit “baiklah”

Mereka berjalan beriringan, saling diam. Seine melihat jalanan didepan nya. Dia menghela napas. Zayn menyuruh nya lebih banyak terjatuh, tapi dia tidak bisa jatuh lagi. Dia sudah jatuh, jatuh kedalam jurang yang dibuat senyum Zayn.

***

Advertisements

You Can Be An Endorphin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s