Ujung Palung

alone-black-and-white-cry-girl-favim-com-2893112

Ingin saja aku teriak, mencegah mu hilang dari pandang.
Membawa pergi dan mengunci mu rapat-rapat.
Tamak merajai aku, setan membuat hati terbakar.
Seribu kata akan ku ucap untuk membuat mu tetap diam, terus ada dihadapan.

Biarkan saja aku egois, aku tak punya masalah dengan kata itu.
Yang ku ingin hanya kau terus mampu datang, terus ada untuk ku tanpa ingin ku pedulikan ibu bapak mu yang memberi kehidupan dan sejuta piring nasi untuk mu.
Aku ingin seluruh waktu didunia terhenti!
Jangan pernah bergerak! atau teriakan ku melengking hingga terdengar keujung palung.

Wajah ku memerah, aku membalikkan tubuh.
Jangan memanggil ku, jangan balikkan tubuh ku.
Aku sedang tidak baik-baik saja, biarkan aku mengeluarkan air mata ku dulu.
Seribu hari nanti marah dalam hati ku akan terus ada
Suara dalam kepala ku meraung ingin kau terus duduk dihadapan ku.
Hibur mu tak akan membuat ku lebih baik.
Cukup pergi saja, jangan berkata apa-apa.

Ku genggam tangan ku yang bergetar, menahan diri untuk tidak mengikat mu dikursi ini.
Senyuman mu justru membuat hati ku nyeri
Tak bisakah kau tetap disini? Tak bisakah kita mengulang hari-hari sebelum ini?

Advertisements

You Can Be An Endorphin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s