Snapshot of Serenity

ec1f8c975da689f2ef6f5101b08f45462530e0ca09f5747b21a4633d2bd82ad9_3

Pergi pagi pulang malam, wajah lelah akan selalu menghiasi malam sebelum tidur. Hari jum’at adalah hari paling membahagiakan, libur panjang bagai oase. Itu lah hidup, kau menggerutu dia tidak akan mencoba mengerti. Itu lah hidup, kau menangis meraung dia tidak akan menenangkan mu malah akan meninggalkan mu.

Layar komputer mu harus berhenti memancarkan sinar, layak nya diri mu. Pejamkan mata mu. Tersenyumlah, hidup mu jauh lebih indah daripada mereka, pembawa ijazah dan selalu berharap duduk dikursi mu sekarang. Hadapi kekacauan sistematis dalam dirimu. Jika kamu lelah ada rumah yang menangkap bingkai demi bingkai ketenangan. Ada mereka disana, menanti mu dengan berbagai perasaan setiap hari nya. Omelan mereka bagaikan lantunan harmonika yang membelai, bentakan mereka adalah petikan gitar akustik yang menggelitik hati, hanya saja kamu belum sadar akan itu.

Pergilah sejauh mungkin, larilah secepat mungkin, nanti jika kamu terengah menengoklah kebelakang, ada bingkai ketenangan yang menunggu kedatangan mu. Beserta harmonika-harmonika nya, beserta gitar-gitar akustik nya, menyuguhkan mu senyuman tipis, menyuguhkan mu aroma hijau pepohonan, membuat mu ingin terus berada disana, tak ingin saat itu berakhir.

Advertisements

You Can Be An Endorphin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s