Arko’s Story Session

034252500_1435807278-sahabat

Kamar nuansa putih itu senyap. Mila tekun memandang smartphone nya sambil tidur telungkup, beberapa kali tersenyum sendiri. Tiba-tiba pintu kamar nya diketuk.

“Mila? Tidur ya?”

Mila merubah posisi nya menjadi duduk “Buka aja Ko” Ujar nya dengan mata masih menatap layar smartphone.

Pintu terbuka. Seorang laki-laki dengan potongan rambut kekinian tersenyum menatap Mila sambil mendekati nya. Mila memandang Arko sekilas. Arko duduk disamping Mila, duduk dengan posisi tangan nya menjadi sandaran. Melirik Mila yang mengacuhkan nya.

“Serius banget, baca apaan?”

“Komik”

Tanpa izin Arko langsung merebut smartphone Mila. Mila memandang nya dengan tatapan protes, namun dia tetap diam. Ini bukan pertama kali Arko merampas barang-barang yang sedang menjadi kesenangan nya.

Arko tergelak “Cerita apaan ini Mil? Masa ada laki-laki keluar dari telur? Ganteng banget lagi, terus langsung jadi besar. Gak masuk akal nih komik!”

Mila diam saja. Tak ada guna nya juga menimpali kata-kata tak berguna teman nya.

“Ini temen nya gak pake otak kali ya, udah tau ini cewe gak punya orang tua eh dia malah ngejauhin temen nya sendiri. Mentang-mentang punya pacar”

Mila memutar mata nya malas. Arko mengatakan komik yang tadi dibaca nya tak masuk akal tapi dia tetap membaca.

“Kamu ngapain kesini Ko?”

“Gak ngapa-ngapain”

Mila tertawa sinis “Palingan berantem sama Claudia” nama perempuan itu benar-benar membuat hati nya panas.

Arko menghembuskan nafas keras “Inget gak pas kita ketemu di Mall kemaren?” tanya Arko yang dibalas anggukan Mila

“Dia marah gara-gara itu”

Mila memandang Arko dengan tatapan terkejut “Kenapa juga dia marah?”

“Gak tau deh. Padahal dia muji-muji lipstick kamu kan kemaren? Pas kamu pergi eh dia malah marah-marah.” Arko menaruh handphone Mila disamping nya “Itu siapa? Mila-mila itu ya? Selingkuhan kamu itu ya?” Ujar Arko sambil menirukan gaya bicara kekasih nya.

“Terus kamu bilang apa?”

“Ya mau bilang apa? Aku jelasin kalau kita temen dari SD eh dia malah makin ngamuk. Padahal aku yakin dia juga pasti udah kenal lah sama kamu. Ini nih aku dari rumah dia, eh dia malah nyuruh aku pulang gitu aja”

“Apa?” Suara Mila meninggi “Kamu itu mau-mau nya aja jadi budak dia Ko? Kamu udah diginiin loh! Itu cewe udah gak pantes dibaikin, gak pantes dipacarin sama kamu ko!”

“Ya nama nya juga cinta Mil” Ujar Arko dan tanpa sepengetahuan nya membuat Mila melirik nya dengan tajam.

“Gak usah diperbudak deh Ko, kayak gak ada cewe lain aja.” Ujar Mila sinis.

“Siapa? Kamu?” Ujar Arko sambil menatap Mila lekat-lekat. Ketika mendengar perkataan Arko tanpa sadar Mila melirik teman yang duduk disamping nya itu, membuat mata mereka bertemu. Mila tak tahan. cepat-cepat diambil nya smartphone yang ada disamping nya. Wajah nya memerah.

Tak ada lagi yang memulai pembicaraan. Arko sudah berdiri dirak buku Mila, mencari apa yang bisa dibaca nya. Mila menatap smartphone nya, tak benar-benar memandang. Dia tak lagi dapat berkonsentrasi.

“gak ada yang bisa dibaca! Aku pulang deh Mil, boring” Dengan santai Arko berjalan mendekati Mila, mengacak rambut gadis itu sedikit. Lalu melenggang pergi.

Mila membeku. Saat pintu kamar nya ditutup dia seperti tak punya tulang belakang. Kontan dia membanting diri kekasur dan tidur telentang. Dilihat angkat nya handphone dan dia kembali kelayar depan, memandang foto dia dan Arko yang berfoto dengan pose mata juling. Mila menghela napas, berusaha memperlambat detak jantung nya yang berpacu.

***

Seminggu berlalu, Arko sudah hilang kealam antah berantah. Mereka tak pernah benar-benar berkomunikasi melalui telepon, tiba-tiba saja Arko datang kerumah nya tanpa memberi kabar atau setelah berkelana selama berbulan-bulan baru dia punya tenaga untuk mengirim pesan ke Mila. Itu adalah sifat naluriah Arko, dan sifat naluriah Mila adalah diam saja.

Mila menonton tv sambil memakan fried chicken yang tadi dibeli nya sepulang kuliah. Tiba-tiba sebuah tangan mengambil kulit yang mau dimakan nya terakhir, dengan mata melotot Mila memutar kepala nya kebelakang. Arko tersenyum sambil memasukkan kulit ayam itu kemulut nya, Mila menghela napas.

Arko duduk disofa coklat panjang. Duduk dengan kaki bersila dan ikut menonton tayangan tv.

“Kalau kamu laper itu ada satu lagi fried chicken nya didapur”

“Aku gak laper”

Mila mengulurkan tangan nya. Menempelkan punggung tangan nya kedahi Arko “sehat Ko?”

Arko menepis tangan Mila dengan kasar “ya sehat lah”

Mila tertawa lalu kembali melanjutkan makan nya.

“Mil?”

“hm?”

“Tau gak? Semalam aku putus sama Claudia”

Mila menggerakkan lambat-lambat, menatap Arko yang menggonta-ganti channel tv. “Seriusan Ko?”

“Ya serius lah. Sok kecakepan banget jadi cewe. Pas aku ngapel kerumah nya dia buka-buka handphone ku. Terus dia protes gara-gara nomor kamu ada dinomor dua panggilan cepat, dia nyuruh aku buat hapus nomor kamu. Dia gak bisa mikir ya. Emang dia bisa diandelin? Emang dia bisa dimintain tolong? Tau nya cuma belanja sama marah-marah aja belagu”

Mila tersenyum sambil mengulum bibir nya, hari yang tunggu selama empat tahun akhir nya tiba juga. Tapi bibir nya gatal ingin bertanya “Kamu yakin putus sama dia ko? Kalian udah empat tahun loh.”

“Gimana sih, padahal dia yang semangat banget nyuruh putus.” Ujar Arko

“Nanti kamu kesepian? Malam minggu nanti kamu dirumah terus dong? dipojok kamar sambil nelpon-nelpon si Claudia”

“ih ngapain” Arko merangkul Mila “Kan masih ada kamu Mil, malam minggu ku pasti bakalan selamat”

Mila mengangguk sambil mengulum bibir nya. Tapi dia tak tahan, tawa keras keluar dari mulut nya. Dia tertawa dengan begitu puas. Arko menatap nya ngeri sambil mengambil piring berisi fried chicken dari tangan Mila.

“Mila, sehat mil?”

Mila masih tertawa. Dengan semangat dia memukul lengan Arko. Arko mengaduh kesakitan.

“udah sinting nih orang” Ujar Arko sambil menggelengkan kepala nya. Dengan tenang dia memakan fried chicken dan kembali menonton tv, mengacukan Mila yang masih tertawa keras dan kadang memukul atau mencubit lengan nya.

 

Advertisements

You Can Be An Endorphin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s