Review Novel Dee: Supernova [Petir]

Halo!

Aku kembali membuat review tentang salah satu buku favorit aku, buku lama sih. Tapi, buat meningkatkan kemampuan gak papa lah ya 😀 Seperti yang ditulis ditittle aku bakal ngereview salah satu novel dari salah satu penulis idola aku. Dewi ‘Dee’ Lestari (Tapi aku lebih suka langsung bilang Dee).  Seri setelah episode perselingkuhan Rana dengan Re, Dan petulangan Bodhi. Novel ini adalah episode ketiga dari tetralogi fenomenal Supernova.

Episode ini berkisah tentang Elektra, seorang anak bungsu dari dua orang bersaudara yang berasal dari keluarga tionghoa. Dia perempuan yang selalu dibanding-bandingkan dengan kakak nya dan dialah yang selalu kalah, mulai dari kecantikan hingga jodoh. Penyuka petir hingga kakak nya membawa nya kegereja karena merasa adik nya dimasuki setan dan berakhir dengan epilepsi Elektra yang kambuh.
Ayah nya, Wijaya menjadikan rumah mereka menjadi tempat reparasi barang-barang elektronik. Dari Elektra masih kecil hingga akhir nya lulus kuliah dedi nya tetap menggeluti usaha nya, hingga sang ayah meninggal. Tak sampai disitu Watti, kakak Elektra memilih untuk menjadi mualaf dan ikut dengan suami nya ke papua tak lama setelah dedi mereka meninggal. Akhir nya Elektra sendirian dirumah itu. Setiap hari hanya makan nasi dengan telur ceplok, pengangguran dan tidak melakukan apapun. Seperti saya.

Dari kesendirian itulah perubahan hidup Elektra ambil start. Mulai dari pertemuan nya dengan seorang wanita yang memang sering diintip nya sejak kecil bernama ibu Sati. Perkenalan nya dengan internet dan membuat nya kecanduan warnet. Datang nya Mpret yang membawa angin segar bagi kantong nya. Karena Mpret lah terjadi perubahan rumah nya yang jadul menjadi Elektra Pop. Dan juga kekuatan terpendam nya yang akhir nya merengek minta dikeluarkan dan ditingkatkan.

Dari keempat series supernova yang aku baca episode petir adalah yang paling memikat. Walaupun awal nya aku paling menyukai episode ksatria, putri, dan bintang jatuh. Mungkin karena cerita yang ada diepisode petir sedang dekat denganku. Secara garis besar aku sama tokoh utama mempunyai masalah yang sama. Pengaguran seret uang dan kecanduan dengan internet.

Cerita yang sederhana, selingan perhatian-perhatian Mpret namun justru berujung perkelahian dengan Elektra membuat aku geregetan sendiri dan sering berangan jika episode ini difilm kan siapa yang cocok buat memerankan Mpret. Hingga akhir nya Elektra tau perasaan Mpret tapi ternyata dia adalah orang terakhir yang di Elektra Pop yang mengetahui nya.

Advertisements

You Can Be An Endorphin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s