This Way

nebulasalnia_thisway_req

Poster by CASTORPOLLUX@SPZ

 

Kau menyapu halaman, tak tahu aku memperhatikan mu dari dalam rumah. Sesekali menyapa orang-orang yang lewat. Daster hijau mu bergoyang mengikuti gerak tubuh mu dan arah angin. Rambut pendek mu yang depan nya mulai memutih kau biarkan saja tergerai. Tiba-tiba aku merasa sesak. Entah kenapa, aku tersenyum tapi dada ku seperti penuh, aku ingin menangis.

Tengah malam aku terbangun, tiba-tiba memimpikan mu. Dada ku kembali sesak, aku berjalan kekamar mu. Melihat mu tertidur pulas, tak tahu aku memperhatikan mu dalam cahaya remang-remang. Melihat wajah damai mu saat tidur entah kenapa hati ku sakit. Aku memijat kaki lelah mu. Kau tersentak, melihat ku berlinang air mata lalu kau bertanya apa aku sakit perut.

Aku mengiyakan, untuk menyembunyikan rasa sedih ku. Kau bangun dan mengambil minyak sayur yang dicampur dengan bawang merah. Maklum dengan aku yang memang selalu mempunyai masalah dengan perut. Aku ingin menangis sambil memeluk mu, namun hati ku malu.

Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, aku masih mengenang kejadian-kejadian itu. Kejadian saat kau memayungi ku dipagi hari yang hujan ketika aku sedang menunggu angkot. Aku tak mau kau payungi, aku menyuruh mu pulang. Aku takut dibilang anak mami oleh teman-teman ku, tapi kau tetap disana, memayungi teman-teman ku supaya aku iri dan bersedia kau payungi namun aku tetap keras kepala. Sekarang aku sadar betapa bodoh nya aku karena malu mempunyai kau yang begitu memperhatikan ku.

Aku menyayangi mu dalam rasa malu ku. Dada ku sesak ketika melihat mu tertawa, entah kenapa. Aku mengunci kamar dan menangis dalam diam saat kau sakit. Aku menangis ketika mengingat apa yang kuperbuat, aku terlalu biasa menyayangi mu hingga aku merasa sayang itu adalah bagian dari diri ku dan lupa bahwa rasa sayang untuk mu begitu besar hingga kadang menyakiti hati mu. Maafkan aku.

Ingatkah kau saat aku pertama kali meninggalkan mu untuk waktu yang tak begitu lama? Hanya dua bulan tapi aku tahu kau tak rela. Hati mu sesak, tapi kau tak menunjukkan nya, Kau mengambil sepatu ku dan menaruh nya diteras saat aku ingin pergi. Aku melihat mu sekilas, dan menyalam mu. Kita berdua terlalu malu, kita tidak terbiasa untuk sesuatu seperti itu, kita sama-sama tidak romantis seperti mereka yang lain.

Aku hanya remaja lemah yang sok kuat, kau menyadari itu. Sejak kecil aku tak bisa jauh dengan mu. Tidak ada yang bisa diharapkan dari ku, aku tidak bisa memasak, tak bisa makan sembarangan. Kau mengerti diriku lebih dari aku. Kau marah ketika aku tidur hingga larut malam, kau marah saat aku memakai headset dengan volume yang kuat.

Aku semakin besar, kau semakin tua. Dalam hati aku sungguh tidak rela. Aku mengkhawatirkan mu, mengertikah? Pikiran ku sering dihantui oleh bayangan-bayangan yang membuat ku patah hati. Setiap kali bayangan itu hadir aku menangis, memikirkan nya saja aku patah hati, bagaimana jika itu terjadi? Entahlah, dalam hati aku hanya berharap aku yang dulu pergi.

Apa kau ingat, saat pikiran-pikiran itu datang aku bertanya pada mu, lebih baik aku apa kau yang pergi duluan? Lalu kau bertanya lebih baik kau saja. Aku tak terima dengan jawaban itu, lalu kutanyakan lagi apa kau merindukan orang tua mu? Kau menjawab iya. Hati ku makin hancur. Taukah kau sore itu aku habiskan dengan bertanya umur ibu-ibu teman ku dan berharap umur mereka lebih tua dari umur mu?

Aku memperhatikan mu, selalu. Aku menangis ketika kau tertawa, entah kenapa. Jangan tertidur dihadapan ku, aku hanya akan membuat mu terbangun dengan isakan ku. Aku menyayangi mu, tanpa kau dan aku sadari.

Tulisan ini saya buat saat saya dengar lagu Depapepe – This Way, maka nya saya beri judul This Way.

Advertisements

You Can Be An Endorphin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s