Review Buku Ke-4 dari tetralogi Laskar Pelangi : Maryamah Karpov ( Mimpi-mimpi Lintang )

Ia bangkit dan berdiri tegak di depanku, centong nasi di tangannya, alu lumpang batu dekat dalam jangkauannya, gawat.

“Coba kauucapkan cepat-cepat nama belakangmu itu,lima kali!”

Aku merasa heran,tapi tak mungkin ibu kubantah karena ia sudah muntab mustajab

“hirata, hirata, hirata, hirata…….”

“Kurang cepat!”

“Hirata hirata hirata hirata hirata.”

Ibu bersikap mengancam, aku takut alu lumpang batu melayang.

“Kurang cepat!!”

“Hirata hirata ahirat ahirat ahirat.”

Ganjil, rupanya setelah diucapkan cepat-cepat, nama belakangku hirata itu secara ajaib berubah menjadi akhirat, aneh betul.

“Nah, kau dengar itu!? Itulah kalau kau mau tahu arti namamu. Aku bersusah-susah mengarang namamu hirata agar kau selalu ingat pada akhirat!”

Pertama kali saya membaca buku ini, kelas lima SD, saya menangis. Perut saya kaku, mulut saya lelah karena terlalu lama tertawa. Hingga saat ini, saat saya lulus SMK saya masih tertawa hingga menangis saat membaca buku ini. Ada banyak lagi humor-humor mengocok perut disini, seperti saat Ketua Karmun diberitakan meninggal (saya kembali tertawa saat menulis ini). Namun buku ini juga menyuguhkan cerita tentang penting nya pendidikan, sisipan kritik sosial, penting nya bermimpi dan mewujudkan nya, juga ada romansa yang sangat romantis jika dipikirkan ketika anda membaca.

Adegan berawal dari wawancara tesis Andrea Hirata. Ditengah gemuruh perut nya karena beliau harus berpuasa tanpa sahur dimusim panas yang melanda Prancis dia harus berhadapan dengan dosen killer di Sorbonne University. Namun akhir nya dia dapat lulus.

Secara umum novel ini berkisah tentang ikal setelah kembali kekampung halaman nya selepas lulus dari Prancis. Dia bertemu lagi dengan teman-teman masa kecil nya, para anggota laskar pelangi. Membuat kapal dengan bantuan Lintang dan kapal itu dinamakan mimpi-mimpi Lintang. Ikal mengarungi lautan untuk menemukan lagi cinta masa kecil nya A Ling yang terdampar disebuah pulau penuh penjahat paling ditakuti yang bernama batuan bersama Mahar dan saudara A Ling. Disela petualangan itu mereka bertemu dengan Tuk Bayan Tula dan berhasil membuat Mahar menjadi pengikut setan sejati karena bertemu dengan idola nya sejak kecil.

Ada banyak lagi kejadian-kejadian yang bisa membuat anda geli, dan miris. Bagaimana orang –orang melayu disana dijuluki dengan nama yang tidak-tidak. Penderitaan Ikal yang gigi nya susah dicabut dan harus pingsan karena gigi itu. Kesaktian Mahar yang bisa mengusir setan dari tubuh seorang gadis, dan banyak lagi.

Banyak pengamat yang berpendapat bahwa Maryamah Karpov ini adalah seri yang tidak sebaik seri-seri sebelum nya. Jujur, tidak bagi saya. Seri ini adalah seri yang paling saya sukai, dari dulu. Saya menyukai ketidak-logisan dari novel ini, beberapa adegan yang tidak realistis. Secara pribadi novel ini adalah seri yang paling sering saya baca kembali.

Advertisements

2 thoughts on “Review Buku Ke-4 dari tetralogi Laskar Pelangi : Maryamah Karpov ( Mimpi-mimpi Lintang )

You Can Be An Endorphin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s