Review Novel Andrea Hirata : Laskar Pelangi

Kami sangat menyukai pelangi. Bagi kami pelangi adalah lukisan alam, sketsa Tuhan yang mengandung daya tarik mencengangkan.Tak tahu siapa di antara kami yang pertama kali memulai hobi ini, tapi jika musim hujan tiba kami tak sabar menunggu kehadiran lukisan langit manakjubkan itu. Karena keragaman kolektif terhadap pelangi maka Bu Mus menamai kelompok kami Laskar Pelangi.

Pada dasar nya saya adalah salah satu dari sekian banyak penggemar tulisan-tulisan yang dibuat Andrea Hirata. Alasan pertama kenapa saya menyukai novel-novel beliau adalah karena saya dan beliau sama-sama tinggal ditanah melayu. Saya merasa dekat.

Laskar pelangi adalah buku fenomenal yang menceritakan masa kecil Andrea Hirata sendiri dengan kesepuluh teman-teman nya (Walau Flo tidak banyak mendapat tempat disini). Dan menceritakan bagaimana ada seorang anak jenius didikan alam yang bisa berdebat tentang cincin newton dengan salah satu guru fisika termashyur dikampung mereka. Dinovel ini juga ada Mahar, seorang seniman yang selalu dilihat sebelah mata, mungkin karena mereka masih kecil saat itu. Ada Trapani, murid yang paling tampan dan ‘visual’ diband mereka Republik Dangdut. Trapani sangat dekat dengan ibunya, sampai akhir nya pada saat dewasa dia harus mendekam dirumah sakit jiwa karena penyakit mother complex.

Belum lagi percintaan A Ling dan Ikal yang begitu menggelikan. Saat mereka berdua saling menunggu satu sama lain saat pertemuan pertama mereka, saya tersenyum geli saat membayangkan nya.

Dinovel ini saya paling menyukai bagian pertemuan antara Trapani dengan Ikal dirumah sakit jiwa. Singkat tapi sangat emosional menurut saya.

Terlepas dari pro dan kontra masalah penerbitan diluar negeri yang diklaim seseorang adalah sebuah penipuan yang digunakan Andrea Hirata hanya untuk menaikkan rating pemasaran buku ini. Terlepas dari perdebatan antara Pak cik Andrea sendiri dengan jurnalis tersebut, saya masih terbuai dengan kata-kata indah dinovel ini, saya masih bisa tersenyum, tertawa terbahak, dan menangis dinovel ini. Sebagai masyarakat awam saya sangat menyukai novel ini.

ps : Maaf atas review amburadul ini :3

Advertisements

You Can Be An Endorphin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s